Batu Split

Tentang Batu Split

Batu Split atau Batu Belah adalah material bangunan yang umum digunakan sebagai konstruksi dari sebuah pondasi. Sifat batu belah ini tetap, alias tidak mudah mengalami perubahan bentuk dan kualitas walau tertanam di dalam tanah.

Karakteristik Batu Split umumnya berwarna kehitaman, abu-abu tua, atau coklat. Warna batu split kerap berbeda tergantung asal batu itu berada, apakah dari daerah pegunungan atau perbukitan.

Untuk mengetahui kualitas batu split yang baik adalah tidak berpori. Tidak adanya pori menunjukkan bahwa batu sangat padat sehingga tidak ada ruang untuk udara.

 

Selain itu, jika diamati dengan penelitian, batu split berkualitas memiliki kadar lumpur hanya 1%. Lebih dari itu, maka split harus dicuci dulu sebelum dipakai membangun atau mencampurnya dengan bahan beton.

Batu Split

Fungsi Batu Split

Fungsi Utama Batu Split ialah sebagai bahan bangunan untuk konstruksi pada sebuah pondasi. Khususnya untuk campuran pembuatan beton cor. Proses pembuatan beton cor ini adalah dengan mencampur batu split, pasir, semen, dan air. 

Fungsi batu split lainnya merujuk Mitra Hijau Lestari, dipergunakan untuk dasar badan konstruksi untuk jalan seperti bantalan kereta api, penutup atau pemberat pipa di dasar laut, dan beton cor pemecah ombak. Untuk dasar badan jalan, tidak semua batu split bisa digunakan melainkan hanya batu split ukutan 30-50mm.

Sementara untuk fungsi timbunan awal pengerasan jalan dengan tujuan untuk meratakan dan mengikat lapisan batu split yang digelar pada lapisan di atasnya, ukuran batu split yang umum dimanfaatkan adalah jenis agregat B.

Batu split juga berfungsi untuk konstruksi lainnya seperti pengurukan lahan, bahan reklamasi pantai, bahan beton pemecah ombak, maupun bahan untuk dermaga kecil. 

mineralkarya.co.id

Jenis-jenis Batu Split

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split 3/5

Batu jenis ini memiliki ukuran 30mm hingga 50mm. Ukuran batu split ini besar, sehingga sering digunakan untuk bahan campuran alas aspal jalanan dan material lainnya. 

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split Abu

Batu jenis ini memiliki ukuran yang sangat kecil yakni 0 sampai 5 mm. Batu ini dikenal dengan kerikil. Teksturnya sangat halus, tetapi masih lebih kasar dibandingkan dengan pasir. 

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split ½

Batu jenis ini memiliki ukuran sedang antara 10 hingga 20mm dan 20 sampai 30mm. Batu split ini sangat cocok sebagai bahan tambahan untuk material cor pembangunan gedung.

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Gajah

Batu split gajah merupakan jenis yang paling besar, digunakan untuk struktur pondasi bangunan atau beton cor yang berada di kawasan dekat pantai. 

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split Agregat A

Ukuran batu split ini memiliki 2 variasi, yakni berkisar antara 20 sampai 30mm, serta kelompok ukuran 30 hingga 50mm. Batu jenis ini dipakai untuk bahan melakukan pengecoran, tembok atau bahan campuran beton.

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split Agregat B

Batu Split Agregat B, ukurannya berkisar antara 20 sampai 50mm sesuai kelompoknya. Batu split kategori ini dipakai sebagai bahan untuk perbaikan jalan maupun perkerasan aspal jalanan.

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split Agregat C

Dikenal dengan batu alas, dipakai sebagai alas bahan pengurukan tanah. Bahan pembentuk batu di kelompok ini adalah pasir abu, tanah, dan komposisi pembentuk batu lainnya.

Tanpa judul (342 × 120 piksel) (344 × 344 piksel) (100 × 100 piksel).png

Batu Split Screen

Ukuran antara 5 sampai 10mm. Ukurannya yang kecil batu split screen sering menjadi bagian dari material perkerasan jalan atau aspal. Kategori batu ini digunakan untuk pekerjaan alas aspal hingga lapis ketiga.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://mycommerce.id